Monday, September 14, 2026
Proxmox Virtual Machine

Cara Membuat Cluster di Proxmox untuk High Availability

cluster

“Cara Membuat Cluster di Proxmox untuk High Availability”

Pengantar

Cluster High Availability (HA) pada Proxmox Virtual Environment (Proxmox VE) adalah fitur yang memungkinkan untuk meningkatkan ketersediaan sistem dan mengurangi downtime di lingkungan virtualisasi. Dengan menggunakan fitur ini, beberapa node Proxmox dapat dibentuk menjadi sebuah cluster yang bekerja bersama untuk mencapai tingkat ketersediaan yang tinggi. Berikut adalah beberapa konsep dasar tentang Cluster High Availability di Proxmox VE:

1. Node Cluster:

  • Node: Node adalah server fisik atau virtual yang terhubung ke dalam cluster. Dalam konteks Proxmox VE, setiap server yang menjalankan Proxmox VE dianggap sebagai node.

2. Cluster Configuration:

  • Cluster Configuration File: Semua node dalam cluster memiliki akses ke konfigurasi yang sama. Konfigurasi cluster disimpan dalam file tertentu dan disinkronkan di antara semua node.

3. Shared Storage:

  • Shared Storage: Untuk membuat sebuah cluster HA, Anda membutuhkan penyimpanan bersama yang diakses oleh semua node. Penyimpanan ini dapat berupa NFS, iSCSI, atau sistem penyimpanan bersama lainnya.

4. Quorum:

  • Quorum: Konsep quorum digunakan untuk memastikan bahwa cluster hanya beroperasi jika sejumlah node yang ditentukan aktif. Ini membantu menghindari split-brain, di mana node-cluster terbagi menjadi dua grup yang terisolasi.

5. Service Monitoring:

  • Service Monitoring: Proxmox VE Cluster HA secara aktif memantau status mesin virtual, node, dan layanan lainnya. Jika ada kegagalan, tindakan otomatis dapat diambil untuk memulihkan layanan.

6. Failover:

  • Failover: Jika sebuah node mengalami kegagalan, mesin virtual yang dijalankan di node tersebut secara otomatis akan di-migrate (failover) ke node lain yang masih aktif dalam cluster.

7. Fencing:

  • Fencing: Untuk menghindari kondisi split-brain, Proxmox VE Cluster HA menggunakan fencing untuk menonaktifkan atau mengisolasi node yang mungkin menyebabkan masalah.

8. Configuration Changes:

  • Configuration Changes: Setiap perubahan konfigurasi yang dilakukan pada satu node akan secara otomatis disinkronkan ke semua node dalam cluster.

9. Web GUI Management:

  • Web GUI Management: Proxmox VE menyediakan antarmuka web GUI untuk manajemen dan konfigurasi cluster. Ini memudahkan penggunaan dan pemantauan.

10. Backup dan Restore Cluster Configuration:

  • Backup dan Restore Cluster Configuration: Proxmox VE memungkinkan Anda untuk membuat cadangan konfigurasi cluster dan mengembalikannya jika diperlukan.

Keuntungan Cluster High Availability Proxmox VE:

  • Ketersediaan Tinggi: Mengurangi waktu downtime dan meningkatkan ketersediaan layanan.
  • Manajemen Otomatis: Manajemen otomatis mesin virtual dan failover saat terjadi kegagalan.
  • Skalabilitas: Meningkatkan kapasitas dan skalabilitas dengan menambahkan node baru ke dalam cluster.
  • Pemeliharaan Tanpa Downtime: Memungkinkan pemeliharaan dan peningkatan node tanpa menghentikan layanan.

Cluster High Availability pada Proxmox VE adalah solusi yang sangat berguna untuk lingkungan virtualisasi yang memerlukan tingkat ketersediaan yang tinggi dan pemulihan otomatis dari kegagalan sistem.

Konfigurasi Cluster dengan Proxmox VE

Siapkan 2 Node Proxmox ,

node 1 ( master ) -> IP 10.2.0.218

node 2 -> IP 10.2.0.149

Buat Cluster baru di Node 1 ( Proxmox master )

image 212
  • Tambahkan nama , lalu create
image 213
  • Tambahkan firewall
image 214

Buat Rule UDP port 5404

  • Direction: In
  • Action: Accept
  • Protocol: UDP
  • Source: Proxmox Node 2’s IP Address
  • Source Port: 5404
  • Destination Port: 5404
  • Comment: Allow 5404
image 215

Buat Rule UDP port 5405

  • Direction: In
  • Action: Accept
  • Protocol: UDP
  • Source: Proxmox Node 2’s IP Address
  • Source Port: 5405
  • Destination Port: 5405
  • Comment: Allow 5405
image 216

Buat Rule TCP port 22

  • Direction: In
  • Action: Accept
  • Protocol: TCP
  • Source: Proxmox Node 2’s IP Address
  • Source Port: 22
  • Destination Port: 22
  • Comment: Allow 22
image 217

Setting 3 Rule Firewall di Node 2

image 218

Join Nodes ke Proxmox Cluster

  • Masuk ke node 1 proxmox, klik Cluster -> klik Join Information
image 219
  • Nanti akan muncul info fingerprint , join information . klik Copy Information
image 220
  • Buka node 2 proxmox pilih menu cluster -> Join Cluster
image 221
  • Paste pada bagian information dan IP address node 1 juga fingerprint . pada bagian Password , masukan root password proxmox node 1, lalu select Join [CLUSTER_NAME].
image 222
  • Setelah proses selesai dan settingan firewall sudah benar maka akan muncul cluster nya di node 1
image 223

Cara Migrasi Virtual Machine

  • Misal mau migrasi VM di node 1 ke node 2
  • Klik kanan di VM yang mau pindah , klik Migrate
image 224
  • Confirm Ok , klik migrate
image 225
  • Tunggu proses migrate , setelah berhasil maka VM akan pindah ke node 2
image 226

Proxmox High Availability (HA)

  • Membuat shared storage, klik Datacenter -> Storage -> NFS
image 227
  • Buat NFS storage , misal kalan sudah membuat synology server di IP 10.2.0.251
image 228
  • Setelah berhasil di buat makan akan muncul
image 229

Konfigurasi HA di proxmox

Untuk HA supaya berjalan optimal perhatikan point penting berikut :

image 230
  • Buka Node 1 , Pilih Datacenter -> HA
image 231
  • Pilih VM yang mau di buat HA , misal VM 104
image 232
  • Setelah berhasil di add , itu sudah otomatis menggunakan HA untuk VM tersebut
image 233
  • Test poweroff server node 1 , maka Vm 104 akan otomatis pindah ke node 2.
image 234

Penutup

Sahabat Blog Learning & Doing demikianlah penjelasan mengenai Cara Membuat Cluster di Proxmox untuk High Availability. Semoga Bermanfaat . Sampai ketemu lagi di postingan berikut nya.

Similar Posts