Pilihan yang sangat tepat. Untuk kebutuhan audit ISO (seperti ISO 27001), menggunakan AWS Backup adalah best practice karena sistem ini menyediakan otomatisasi, kebijakan retensi yang ketat, dan log audit yang tersentralisasi.
Selain itu, Anda tidak perlu khawatir soal downtime. Secara default, AWS Backup mengambil crash-consistent snapshot untuk instance Linux tanpa melakukan reboot, sehingga API Anda akan tetap berjalan 100% tanpa gangguan.

- Proses Backup EC2
Langkah 1: Buat Backup Vault (Brankas Khusus Audit)
Auditor biasanya menyukai pemisahan data backup secara logis.
- Buka konsol AWS Backup, lalu pilih Backup vaults di menu kiri.
- Klik Create Backup vault.
- Beri nama, misalnya ISO-Compliance-Vault.
- Enkripsi: Pilih AWS KMS key (default aws/backup sudah cukup, namun untuk ISO terkadang disarankan membuat KMS Key sendiri/Customer Managed Key).
- Klik Create Backup vault.
Tip untuk ISO: Setelah vault dibuat, Anda bisa mengaktifkan Vault Lock (mode compliance). Fitur ini membuat backup bersifat WORM (Write Once Read Many), yang artinya tidak ada seorang pun (bahkan root user) yang bisa menghapus backup sebelum masa retensinya habis. Auditor sangat menyukai fitur ini.
Langkah 2: Buat Backup Plan (Jadwal & Retensi)
- Di menu kiri, pilih Backup plans, lalu klik Create Backup plan.
- Pilih Build a new plan dan beri nama, misalnya EC2-ISO-Daily-Backup.
- Pada bagian Backup rule configuration:
- Rule name: Daily-Cold-Backup
- Backup vault: Pilih ISO-Compliance-Vault yang dibuat di Langkah 1.
- Backup frequency: Pilih Daily (atau sesuai kebijakan perusahaan Anda).
- Backup window: Gunakan default (berjalan tengah malam/pagi hari).
- Lifecycle (Transisi ke Cold Storage):
- Centang Transition to cold storage.
- Atur transisi: Misalnya 8 days after creation (8 hari adalah batas minimum AWS untuk memindahkan backup EC2 ke cold storage).
- Retention period (Masa simpan):
- Pilih Days dan masukkan angka sesuai kebijakan ISO perusahaan (misalnya 365 hari untuk 1 tahun). Catatan: Backup yang masuk ke cold storage wajib disimpan minimal 90 hari di sana.
- Klik Create plan.
Langkah 3: Assign Resource (Memasukkan EC2 ke dalam Plan)
- Setelah plan berhasil dibuat, klik tombol Assign resources.
- Beri nama assignment: NestJS-API-Server.
- Pada bagian IAM Role, pilih Default role.
- Pada bagian Resource selection:
- Pilih Include specific resource types.
- Resource type: Pilih EC2.
- Instance ID: Pilih i-00bdbf0566fd44379.
- Klik Assign resources.
Persiapan Ekstra untuk Auditor (AWS Backup Audit Manager)
Saat masa audit tiba, auditor biasanya akan meminta bukti bahwa backup benar-benar berjalan sesuai kebijakan.
- Anda bisa masuk ke menu AWS Backup > Frameworks atau Reports (di bagian bawah menu navigasi kiri).
- Anda dapat men-generate report harian secara otomatis (dalam format CSV/JSON) yang berisi bukti bahwa instance telah dibackup dengan sukses. Report ini bisa langsung diserahkan kepada auditor.
Dengan setup ini, Anda mendapatkan zero downtime, menghemat biaya melalui cold storage, dan memiliki bukti sistematis yang siap ditunjukkan kepada auditor ISO.
- Proses Restore EC2
Ketika Anda melakukan restore EC2 menggunakan AWS Backup, sistem memang secara bawaan (default) akan membuat sebuah instance EC2 yang baru. Proses ini tidak akan menghapus atau menimpa instance “master” yang bermasalah.
Berikut adalah langkah-langkah detail untuk melakukan restore ke EC2 baru, beserta langkah penting untuk memastikan jalur API Anda kembali normal:
Langkah 1: Memulai Proses Restore
- Buka konsol AWS Backup.
- Di panel navigasi kiri, pilih Protected resources.
- Temukan dan klik ID instance master Anda (misalnya i-00bdbf0566fd44379).
- Di bagian bawah layar, Anda akan melihat daftar Recovery points (titik waktu backup).
- Pilih recovery point yang paling baru atau yang Anda yakini dalam kondisi baik, lalu klik tombol Restore di sudut kanan atas tabel tersebut.
Langkah 2: Konfigurasi Instance Baru
Anda akan diarahkan ke halaman konfigurasi untuk instance EC2 baru yang akan dibuat dari backup tersebut.
- Instance type: Anda bisa mempertahankan tipe yang sama (seperti c6in.xlarge) atau mengubahnya jika butuh kapasitas berbeda.
- VPC & Subnet: Pastikan Anda memilih VPC dan Subnet yang sama dengan instance master agar instance baru ini berada di jaringan yang benar.
- Security groups: Pilih Security Group yang sama persis dengan yang digunakan oleh instance master agar aturan masuk/keluar (seperti port API) tetap berlaku.
- IAM role: Pilih IAM role yang sama jika API Anda membutuhkan akses ke layanan AWS lain (misalnya S3 atau Secrets Manager).
- Key pair: Pilih key pair yang Anda miliki agar Anda tetap bisa melakukan SSH ke instance baru ini nantinya.
- Restore role: Pada bagian paling bawah, pastikan Default role terpilih agar AWS Backup memiliki izin untuk membuat instance baru.
- Klik Restore backup.
Proses ini akan memakan waktu beberapa menit. Anda bisa memantau statusnya di menu Jobs > Restore jobs di konsol AWS Backup.
Langkah 3: Mengalihkan Traffic API (Sangat Penting)
Setelah instance baru berstatus Running di konsol EC2, instance tersebut akan memiliki Private IP dan Public IP yang baru. Agar traffic API Anda kembali berjalan normal tanpa harus mengubah konfigurasi di sisi client (seperti aplikasi mobile atau frontend), Anda harus mengalihkan rute jaringan.
Berdasarkan konfigurasi umum untuk API, lakukan salah satu dari dua hal berikut tergantung setup Anda:
- Jika menggunakan Elastic IP (seperti 108.136.200.48):
- Buka konsol EC2 > Elastic IPs (di menu kiri).
- Pilih Elastic IP yang sebelumnya menempel di instance master.
- Klik Actions > Associate Elastic IP address.
- Pilih Instance baru yang baru saja di-restore, lalu klik Associate. (Traffic API akan langsung mengarah ke instance baru).
- Jika menggunakan Application Load Balancer (ALB):
- Buka konsol EC2 > Target Groups.
- Pilih Target Group yang mengarah ke API Anda.
- Register/tambahkan instance yang baru di-restore ke dalam Target Group tersebut.
- Deregister/hapus instance master yang bermasalah.
Dengan cara ini, Anda berhasil memulihkan layanan dari kondisi mati menjadi menyala kembali di hardware virtual yang baru, sambil mempertahankan standar audit yang rapi.
