Tuesday, June 16, 2026
Saham

Cara Membuat Tracker Portofolio Saham Otomatis di Google Sheets (Tanpa Ribet!)

Halo sobat Ngoprek Tech! Pada minggu pertama, kita sudah membahas teori dasar pasar modal, mulai dari cara buka rekening hingga istilah-istilah trading. Kini, saatnya kita kembali ke habitat asli kita: Membuka laptop dan mulai ngoprek sistem!

Sebagai seorang IT enthusiast atau pekerja kantoran, membuka aplikasi sekuritas setiap jam hanya untuk mengecek apakah portofolio kita sedang hijau atau merah tentu sangat tidak efisien (dan mengganggu produktivitas kerja).

Solusinya? Kita buat sendiri sebuah dashboard monitoring atau tracker portofolio saham yang berjalan secara otomatis. Kita tidak perlu menyewa server atau membuat database rumit, karena kita akan memanfaatkan “API gratis” yang sudah disediakan oleh Google, yaitu fungsi GOOGLEFINANCE di Google Sheets.

Mari kita deploy tracker saham pertama Anda!

Mengapa Menggunakan Google Sheets?

Di dalam ekosistem Google Workspace, Google Sheets memiliki sebuah fungsi built-in bernama =GOOGLEFINANCE. Fungsi ini bertindak layaknya sebuah API (Application Programming Interface) yang menarik data harga saham secara real-time (dengan delay wajar sekitar 15-20 menit) langsung dari bursa efek di seluruh dunia, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

Artinya, begitu Anda memasukkan kode saham, harga terbarunya akan terus update secara otomatis setiap kali Anda membuka file tersebut.

Langkah 1: Membuat Skema Database (Kolom Tabel)

Buka Google Sheets dan buat spreadsheet kosong baru. Beri nama file tersebut, misalnya “Ngoprek Tech – Stock Tracker”.

Buat header tabel di baris pertama (Baris 1) dengan susunan kolom dari A hingga I sebagai berikut:

  • A: Kode Saham (Ticker)
  • B: Nama Perusahaan
  • C: Jumlah Lot
  • D: Harga Beli Rata-Rata (Average Price)
  • E: Total Modal
  • F: Harga Saat Ini (Current Price)
  • G: Nilai Saat Ini (Current Market Value)
  • H: Profit/Loss (Rp)
  • I: Profit/Loss (%)

Langkah 2: Mengisi Data Manual & Rumus Dasar

Sekarang, mari kita isi Baris ke-2 dengan data simulasi. Misalnya Anda membeli saham BCA (BBCA) sebanyak 5 Lot di harga Rp9.000.

  • A2: Ketik BBCA
  • B2: Ketik Bank Central Asia
  • C2: Ketik 5 (Jumlah Lot)
  • D2: Ketik 9000 (Harga Beli)

Selanjutnya, kita masukkan rumus matematika dasarnya. Ingat aturan dasar bursa: 1 Lot = 100 Lembar.

  • E2 (Total Modal): Masukkan rumus =C2*100*D2. (Artinya: 5 lot dikali 100 lembar dikali harga beli 9.000. Hasilnya Rp4.500.000).

Langkah 3: Memanggil “API” GOOGLEFINANCE

Ini adalah sihir utamanya. Kita akan menarik harga BBCA detik ini juga dari server Google.

Pindah ke sel F2 (Harga Saat Ini), lalu masukkan rumus berikut: =GOOGLEFINANCE("IDX:"&A2, "price")

Penjelasan Syntax:

  • IDX: adalah kode untuk Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). Jika Anda tidak memakai awalan IDX:, Google bisa kebingungan dan memunculkan harga saham dari negara lain yang kodenya kebetulan sama.
  • &A2 mengambil teks dari sel A2 (yaitu BBCA), sehingga API akan mencari IDX:BBCA.
  • "price" adalah parameter untuk meminta data harga terakhir.

Setelah Anda menekan Enter, akan muncul tulisan Loading… sebentar, lalu boom! Harga real-time BBCA langsung muncul.

Langkah 4: Menghitung Floating Profit / Loss

Sekarang harga otomatisnya sudah jalan, kita tinggal menghitung nilai portofolio dan keuntungan/kerugian (P/L) kita.

  • G2 (Nilai Saat Ini): Masukkan rumus =C2*100*F2 (Jumlah lembar dikali harga real-time).
  • H2 (Profit/Loss Rp): Masukkan rumus =G2-E2 (Nilai saat ini dikurangi Total Modal).
  • I2 (Profit/Loss %): Masukkan rumus =H2/E2 (Lalu klik ikon % di menu bar atas Google Sheets agar formatnya berubah menjadi persentase).

Langkah 5: Conditional Formatting (Agar Mirip Dashboard Grafana)

Sebuah dashboard monitoring belum lengkap kalau tidak ada warna peringatan. Kita akan membuat sel Profit/Loss otomatis berwarna Hijau jika untung, dan Merah jika rugi.

  1. Blok kolom H dan I (Profit/Loss).
  2. Klik menu Format > Conditional formatting (Format bersyarat).
  3. Di panel sebelah kanan, pada bagian Format rules:
    • Pilih Greater than (Lebih dari), isi kotak nilainya dengan 0. Atur Fill color menjadi Hijau. Klik Done.
    • Tambahkan aturan baru (Add another rule). Pilih Less than (Kurang dari), isi kotak nilainya dengan 0. Atur Fill color menjadi Merah. Klik Done.

(Sisipkan Gambar: Tangkapan layar tabel Google Sheets yang sudah diisi beberapa saham dan warnanya otomatis hijau/merah)

Kesimpulan

Selesai! Anda baru saja mendeploy tracker saham otomatis yang sangat ringan, tanpa server, dan 100% gratis. Anda tinggal mengulangi langkah di atas untuk saham-saham lain yang Anda beli dengan cara men-drag rumusnya ke bawah. Sekarang, Anda cukup membuka Google Sheets di HP atau PC sesekali untuk memantau apakah “sistem” investasi Anda sedang berjalan mulus atau sedang down.

Bagi Anda yang suka mengeksplorasi automasi tingkat lanjut (Advanced IT), bagaimana jika kita menarik data saham ini ke database lain menggunakan Google Apps Script agar bisa dikirimkan secara otomatis via notifikasi? Tenang, kita akan ngoprek kodenya di artikel selanjutnya! Jangan ke mana-mana.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *