Saturday, May 28, 2022
Mikrotik

Shared Bandwidth Management Mikrotik Menggunakan Simple Queue

queue

“Shared Bandwidth Management Mikrotik Menggunakan Simple Queue

Pengantar

Shared Bandwidth Management Mikrotik digunakan untuk mengalokasikan bandwidth tiap client dengan rate yang bervariasi tergantung aktif tidaknya client lain dalam jaringan. Dengan menggunakan metode ini maka jika salah satu client tidak aktif (offline) maka alokasi bandwidth nya akan diberikan ke client lain.

Melanjutkan skenario sebelumnya tentang Simple Bandwidth Management Mikrotik, kita misalkan ada 2 client yaitu client 1 dan client 2 masing-masing akan mendapatkan alokasi bandwidth 256kbps/256kbps. Sehingga total bandwitdh mikrotik untuk 2 client tersebut adalah 512kbps/512kbps. Jika client 1 tidak menggunakan alokasi bandiwidthnya, maka jatah bandwidthnya akan diberikan kepada client yang lain, sehingga client 2 akan mendapatkan alokasi bandwidth maksimum.

Shared Bandwidth Management Mikrotik Menggunakan Simple Queue

Konfigurasi yang pertama kali dilakukan adalah konfigurasi untuk membatasi penggunaan bandwidth untuk kedua client sekaligus.

Konfigurasi ini juga berfungsi sebagai pembatasan bandiwidth parent. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

queue simple add name=limit-all target=10.10.10.0/24 max-limit=512000/512000

Selanjutnya dibuat konfigurasi untuk membatasi pemakaian bandwidth setiap client dengan menggunakan konfigurasi sebelumnya sebagai parent. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

queue simple add name=limit-1 target=10.10.10.1 max-limit=512000/512000 limit-at=256000/256000 parent=limit-all

queue simple add name=limit-2 target=10.10.10.2 max-limit=512000/512000 limit-at=256000/256000 parent=limit-all

Sekarang kita coba cek dengan memonitor alokasi bandwidth kedua client menggunakan tool torch mikrotik.

1. Ketika kedua client aktif menggunakan seluruh alokasi bandwidth (512kb)

2. Ketika salah satu client tidak aktif (offline), bandwidth akan diberikan ke client lain.

Sumber : https://mikrotikindo.blogspot.com/2014/10/tutorial-shared-bandwidth-management-mikrotik.html

Penutup

Sahabat Blog Learning & Doing demikianlah penjelasan mengenai Shared Bandwidth Management Mikrotik Menggunakan Simple Queue . Semoga Bermanfaat . Sampai ketemu lagi di postingan berikut nya.

(Visited 44 times, 1 visits today)
Klik untuk berbagi dengan orang lain
Baca Juga :  Cara Membuat OS Mikrotik CHR di Google Cloud Platform 2021

Similar Posts