Wednesday, June 3, 2026
Games Mikrotik

Cara Memisahkan Trafik Game Online & Browsing agar Bebas Lag

mikrotik

Pernahkah Anda mengalami momen yang membuat frustrasi saat bermain game kompetitif? Bayangkan Anda sedang berada di tengah teamfight krusial di Dota 2, lalu tiba-tiba ping melonjak drastis hingga ratusan milidetik hanya karena ada anggota keluarga yang membuka YouTube atau men-download file besar. Sangat menjengkelkan, bukan?

Untuk game kompetitif, bandwidth yang besar bukanlah segalanya; yang paling penting adalah latensi (ping) yang rendah dan stabil.

Di sinilah peran penting router Mikrotik. Dengan fitur Quality of Service (QoS) menggunakan Mangle dan Queue Tree, kita bisa “mengajari” Mikrotik untuk memprioritaskan paket data game online dan membatasi alokasi kecepatan untuk browsing atau streaming. Mari kita mulai ngoprek konfigurasinya!

Konsep Dasar Pemisahan Trafik

Secara garis besar, kita akan melakukan tiga tahapan utama:

  1. Identifikasi Port: Mengetahui port koneksi yang digunakan oleh game online.
  2. Mangle (Penandaan Paket): Memberi tanda (mark) mana paket data yang merupakan game, dan mana yang merupakan lalu lintas umum (browsing/streaming).
  3. Queue Tree (Manajemen Bandwidth): Memberikan prioritas tertinggi (Priority 1) untuk paket game agar tidak terganggu, dan memberikan sisa bandwidth untuk aktivitas browsing.

Langkah 1: Menentukan Port Game Online

Setiap game online memiliki port spesifik. Misalnya, untuk Dota 2 dan game berbasis Steam lainnya, mereka sering menggunakan rentang port UDP 27015-27030 dan TCP 27015-27030.

Namun, agar tutorial ini bisa mencakup banyak game sekaligus (Mobile Legends, PUBG Mobile, Valorant, dll.), kita bisa memasukkan rentang port masal yang umum digunakan game ke dalam Mangle.

Langkah 2: Membuat Rule Mangle di Winbox

Buka aplikasi Winbox dan login ke Mikrotik Anda. Pastikan Mikrotik sudah terhubung ke internet dan klien lokal bisa browsing dengan normal sebelum menerapkan konfigurasi ini.

Kita akan menggunakan New Terminal di Winbox agar lebih praktis (Anda cukup copy-paste script di bawah ini). Buka New Terminal dan masukkan baris perintah berikut secara berurutan:

1. Menandai Koneksi dan Paket Game Online: Kita asumsikan IP LAN Anda berada pada interface ether2-LAN atau bridge-LAN (sesuaikan dengan nama interface lokal Anda).

Code snippet

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting comment="=== MARK CON GAME ===" dst-port=27015-27030,7000-8000,9000-9999 new-connection-mark=Conn_Game protocol=udp
add action=mark-connection chain=prerouting dst-port=27015-27030,7000-8000,9000-9999 new-connection-mark=Conn_Game protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward connection-mark=Conn_Game new-packet-mark=Packet_Game passthrough=no

(Catatan: Anda bisa menambahkan rentang port spesifik lainnya di parameter dst-port sesuai game yang sering dimainkan di jaringan Anda).

2. Menandai Koneksi dan Paket Browsing (General): Semua paket yang tidak memiliki tanda Conn_Game akan kita tangkap dan jadikan sebagai paket browsing.

Code snippet

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=prerouting comment="=== MARK CON BROWSING ===" connection-mark=no-mark new-connection-mark=Conn_Browsing
add action=mark-packet chain=forward connection-mark=Conn_Browsing new-packet-mark=Packet_Browsing passthrough=no

(Sisipkan Gambar: Tangkapan layar dari tabel IP > Firewall > Mangle di Winbox yang sudah terisi rule di atas)

Langkah 3: Eksekusi QoS dengan Queue Tree

Setelah semua lalu lintas diberi “label pengenal”, sekarang saatnya kita mengatur lalu lintasnya melalui menu Queues.

Buka New Terminal lagi, dan sesuaikan nilai max-limit dengan total kecepatan internet dari ISP Anda. Sebagai contoh, jika Anda berlangganan internet kecepatan 20 Mbps (Download) dan 20 Mbps (Upload):

Code snippet

/queue tree
add max-limit=20M name=TOTAL_DOWNLOAD parent=global
add max-limit=20M name=TOTAL_UPLOAD parent=global

add limit-at=5M max-limit=20M name=GAME_DOWN packet-mark=Packet_Game parent=TOTAL_DOWNLOAD priority=1
add limit-at=5M max-limit=20M name=GAME_UP packet-mark=Packet_Game parent=TOTAL_UPLOAD priority=1

add limit-at=1M max-limit=18M name=BROWSING_DOWN packet-mark=Packet_Browsing parent=TOTAL_DOWNLOAD priority=8
add limit-at=1M max-limit=18M name=BROWSING_UP packet-mark=Packet_Browsing parent=TOTAL_UPLOAD priority=8

Penjelasan Logika Queue:

  • Priority 1 vs 8: Paket GAME_DOWN dan GAME_UP kita beri priority=1 (prioritas tertinggi di Mikrotik). Artinya, setiap kali ada data game yang mau lewat, Mikrotik akan mendahulukannya di atas traffic lain. Paket browsing kita beri priority=8 (terendah).
  • Max-Limit Browsing: Perhatikan bahwa max-limit untuk browsing kita set di 18M (bukan full 20M). Hal ini memberikan sisa ruang (headroom) 2 Mbps yang benar-benar bersih dan eksklusif untuk menjaga kestabilan ping game agar tidak terjadi bottleneck.

(Sisipkan Gambar: Tangkapan layar dari menu Queues > Queue Tree di Winbox)

Kesimpulan

Dengan mengimplementasikan metode Mangle dan Queue Tree ini, beban jaringan akan terdistribusi secara cerdas. Klien yang sedang menonton YouTube atau download akan tetap mendapatkan bandwidth yang besar, tetapi tidak akan pernah bisa “mencekik” jalur data yang digunakan oleh game online. Ping akan tetap stabil, dan Anda bisa bermain tanpa emosi.

Sekarang, coba jalankan game favorit Anda sambil memutar video 4K di perangkat lain. Anda bisa melihat pergerakan paket datanya secara real-time di menu Queue Tree Mikrotik.

Selamat mencoba! Jika ada rentang port game spesifik yang ingin ditambahkan atau script yang error, silakan copy-paste log error-nya di kolom komentar agar kita bisa troubleshoot bareng. Salam Ngoprek!

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *