Thursday, June 11, 2026
DevOps Git

Belajar Git untuk Pemula sampai Mahir 2026

A.1. Pengenalan Git

A.1.1. Apa itu Git ?

Git merupakan salah satu Version Control System (VCS) atau sistem pengontrol versi pada

proyek perangkat lunak yang diciptakan oleh Linus Torvalds. VCS bertugas mencatat setiap

perubahan pada file proyek yang dikerjakan oleh banyak orang maupun sendiri. Git dikenal

juga dengan Distributed Revision Control (VCS terdistribusi), artinya penyimpanan database

Git tidak hanya berada dalam satu tempat saja.

Ilustrasi Distributed Revision Control

Semua orang yang terlibat dalam coding sebuah proyek akan menyimpan database Git,

sehingga akan memudahkan dalam mengelola proyek baik online maupun offline. Dalam

Git terdapat merge, yaitu aktifitas penggabungan kode. Sedangkan pada VCS yang

terpusat, database disimpan dalam satu tempat dan setiap perubahan disimpan ke sana.

Meskipun begitu VCS terpusat sendiri memiliki beberapa kekurangan yang diantaranya

adalah sebagai berikut.

• Semua tim harus terkoneksi ke jaringan untuk mengakses source-code.

• Data tersimpan di satu tempat, akan bermasalah jika server mengalami trouble.

Karena itu, Git hadir untuk menutupi kerkurangan yang dimiliki oleh VCS terpusat. Git akan

memantau semua perubahan yang terjadi pada file proyek. Lalu menyimpannya ke dalam

database baik offline maupun online.

Perbedaan dari kedua tersebut saat kita ingin menyimpan semua perubahan pada file,

biasanya kita membuat file baru dengan “save as”. Lalu, file akan menumpuk dalam direktori

proyek seperti pada ilustrasi di atas. Tapi setelah menggunakan Git, hanya akan ada satu file

dalam proyek dan perubahannya disimpan dalam database. Git hanya akan menyimpan

delta perubahannya saja, dia tidak akan menyimpan seluruh isi file yang akan memakan

banyak memori dan Git memungkinkan kita kembali ke versi revisi yang kita inginkan.

Git sangat penting bagi programmer selain untuk mengontrol versi, git juga digunakan untuk

kolaborasi. Saat ini Git menjadi salah satu tool terpopuler yang digunakan pengembangan

software open souce maupun closed source. Beberapa perusahaan raksasa yang

menggunakan Git diantaranya adalah Google, Microsoft, Facebook dan berbagai perusahaan

raksasa lainnya.

Berikut ini ada beberapa manfaat yang akan Anda rasakan setelah bisa menggunakan Git :

• Bisa menyimpan seluruh versi source code.

• Bisa paham cara kolaborasi dalam proyek.

• Bisa ikut berkontribusi ke poryek open-source.

• Lebih aman digunakan untuk kolaborasi, karena kita bisa tahu apa yang diubah dan siapa yang mengubahnya.

A.2. Installasi dan Konfigurasi Git

A.2.1. Installasi Git di Linux

Berikut merupakan beberapa cara instalasi Git pada GNU/Linux yang terbagi kedalam

beberapa distro, distro keluarga Debian dapat menggunakan perintah apt sebagai berikut.

Untuk keluarga Fedora dapat menggunakan perintah yum seperti berikut.

Untuk mengecek versi Git kita bisa gunakan perintah dibawah ini.

A.2.2. Installasi Git di Windows

Selanjutnya adalah Instalasi Git di Windows, memang tidak seperti di Linux yang hanya

perlu mengetikan perintah untuk menginstall. Di windows kita harus men-download

terlebih dahulu, kemudian melakukan ritual next > next > finish. Tapi dalam ritual tersebut,

ada pilihan yang harus diperhatikan agar perintah git dapat dikenali di CMD.

• Untuk Mendownload Git cukup kita buka website resminya Git (git-scm.com).

Kemudian unduh Git sesuai dengan arsitektur komputer kita. Kalau menggunakan

64bit, unduh yang 64bit. Begitu juga kalau menggunakan 32bit.

• klik 2x file instaler Git yang sudah didownload.

• Setelah itu akan muncul infomasi lisensi Git, klik Next > untuk melanjutkan.

• Selanjutnya menentukan lokasi instalasi. Biarkan saja apa adanya, kemudian klik Next

• Selanjutnya pemilihan komoponen, biarkan saja seperti ini kemudian klik Next.

• Selanjutnya pemlilihan direktori start menu, klik Next

• Selanjutnya pengaturan PATH Environment. Pilih yang tengah agar perintah git dapat

di kenali di Command Prompt (CMD). Setelah itu klik Next

• Selanjutnya konversi line ending. Biarkan saja seperti ini, kemudian klik Next >

• Pada pemilihan emulator terminal. Pilih saja windows console, kemudian klik Next.

• Selanjutnya pemilihan opsi ekstra. Klik saja Next.

• Selanjutnya pemilihan opsi eksperimental, langsung saja klik Install untuk memulai

instalasi.

• Tunggu beberapa saat, instalasi sedang dilakukan.

• Setelah selesai, kita bisa langsung klik Finish.

Git sudah terinstal di Windows. Untuk mencobanya, silahkan buka CMD atau PowerShell,

kemudian ketik perintah git –version.

A.2.3. Konfigurasi Git

Ada beberapa konfigurasi yang harus dipersiapkan sebelum mulai menggunakan Git, seperti

name dan email. Silahkan lakukan konfigurasi dengan perintah berikut ini.

Kemudian periksa konfigurasinya dengan menggunakan perintah berikut.

A.2.4. Perisiapan File Untuk Git

Karena pada git kita akan belajar untuk mengontrol sebuah proyek yang kita miliki, maka

dari itu kita harus mempersiapkan proyek yang akan kita kontrol. Disini kita akan coba

membuat beberapa file html dan folder yang akan kita gunakan.

Pertama kita buat sebuah folder project kita dengan nama proyekgit. Setelah itu kita buat

sebuah file dengan nama index.html, isikan script berikut di file tersebut.

Setelah itu simpan file, lalu kita buat file lain dengan nama about.html dan contact.html lalu

masukan script yang sama dengan index.html dalam kedua file baru tersebut. Buat juga file

dengan nama test.php lalu isikan script berikut didalamnya.

Setelah itu buat beberapa direktori dengan nama vendor, cache, dan upload.

A.3. Membuat Repositori dan Revisi

A.3.1. Membuat Repositori

Repositori (repository) dalam bahasa indonesia artinya gudang. Repositori sendiri

merupakan istilah yang digunakan untuk direktori proyek yang menggunakan Git. Jika kita

memiliki sebuah direktori dengan nama project dan di dalamnya sudah menggunakan git, maka

kita sudah punya repositori bernama project.

Pembuatan repositori dapat dilakukan dengan perintah : git init nama-direktori

Perintah tersebut akan membuat direktori bernama project. Kalau direktorinya sudah

ada, maka Git akan melakukan inisialisasi di dalam direktori tersebut. Perintah git init akan

membuat sebuah direktori bernama .git di dalam proyek kita. Direktori ini digunakan Git

sebagai database untuk menyimpan perubahan yang kita lakukan.

Hati-hati apabila kita menghapus direktori ini, maka semua rekaman atau catatan yang

dilakukan oleh Git akan hilang.

Contoh lainnya perintah berikut ini akan membuat repositori pada direktori saat ini (working

directory).

Tanda titik (.) artinya kita akan membuat repository pada direktori tempat kita berada saat

ini. Perintah berikut ini akan membuat repositori pada direktori

A.3.1.1. Gitignore

Gitignore ( .gitignore ) merupakan sebuah file yang berisi daftar nama-nama file dan

direktori yang akan diabaikan oleh Git. Perubahan apapun yang kita lakukan terhadap file

dan direktori yang sudah masuk ke dalam daftar .gitignore tidak akan dicatat oleh Git.

Untuk dapat mengunakan .gitignore, buat saja sebuah file bernama .gitignore dalam root

direktori proyek/repo. Misalnya kita isi filenya seperti berikut :

Pada contoh file .gitignore di atas, kita memasukan direktori vendor, upload, cache dan file

test.php. File dan direktori tersebut akan diabaikan oleh Git. Pembuatan file .gitignore

sebaiknya dilakukan di awal pembuatan repositori.

A.3.2. Revisi

Sebelumnya kita sudah membuat repositori kosong. Sekarang kita coba tambahkan sebuah

file baru. Sebagai contoh, kita akan menambahkan tiga file HTML kosong.

Setelah ditambahkan, coba ketikan perintah git status untuk melihat status repositorinya.

Berdasarkan keterangan di atas, saat ini kita berada cabang (branch) master dan ada tiga file

yang belum ditambahkan ke Git.

Ada Tiga Kelompok Kondisi File dalam Git yang diantaranya sebagai berikut.

1. Modified

Modified adalah kondisi dimana revisi atau perubahan sudah dilakukan, tetapi belum

ditandai dan belum disimpan di version control. Contohnya pada gambar di atas, ada

tiga file HTML yang dalam kondisi modified.

2. Staged

Staged adalah kondisi dimana revisi sudah ditandai, tetapi belum disimpan di version

control. Untuk mengubah kondisi file dari modified ke staged gunakan perintah git

add nama_file. Contoh:

3. Commited

Commited adalah kondisi dimana revisi sudah disimpan di version control. perintah

untuk mengubah kondisi file dari staged ke commited adalah git commit.

Sekarang kita sudah tahu kondisi-kondisi file dalam Git. Selanjutnya, silahkan ubah kondisi

tiga file HTML tadi menjadi staged dengan perintah git add.

Kita dapat melakukan seperti dibawah ini untuk menandai banyak.

Atau seperti ini untuk add extention yang dipilih.

Jika ingin add semuanya, gunakan perintah ini(semua file dan direktori di current directory).

Setelah itu cobalah ketik perintah git status lagi. Kondisi filenya sekarang akan menjadi

staged.

Melihat status Staged

Setelah itu, ubah kondisi file tersebut ke commited agar semua perubahan disimpan oleh

Git.

Sekarang kita akan mencoba untuk membuat Revisi kedua. Misalkan skenarionya adalah

ada perubahan yang akan kita lakukan pada file index.html. Silahkan modifikasi isi file

index.html. Sebagai contoh kita mengisinya seperti ini.

Setelah itu ketik lagi perintah git status.

Terilhat di sana, file index.html sudah dimodifikasi. Kondisinya skarang berada dalam

modified. Lakukan commit lagi seperti revisi pertama.

Dengan demikian, revisi kedua sudah disipan oleh Git. Mungkin anda belum tahu maksud

dari argumen -m, argumen tersebut untuk menambahkan pesan setiap menyimpan revisi.

Sekarang Git sudah mencatat dua revisi yang sudah kita lakukan. Kita bisa ibaratkan revisi-

revisi ini sebagai checkpoint pada Game. Apabila nanti ada kesalahan, kita bisa kembali ke

checkpoint ini.

A.3.2.1. Melihat Log Revisi.

Pada skenario sebelumnya, kita sudah membuat dua revisi pada repositori project-01.

Sekarang bagaimana caranya kita melihat catatan log dari revisi-reivisi tersebut? Git sudah

menyediakan perintah git log untuk melihat catatan log perubahan pada respositori. Contoh

penggunaannya:

terdapat dua revisi perubahan yang telah dilakukan. Untuk

menampilkan log yang lebih pendek, kita bisa menambahkan argumen –oneline.

Melihat log lebih pendek

A.3.2.2. Log pada Nomor Revisi/Commit.

Untuk melihat log pada revisi tertentu, kita bisa memasukan nomer revisi/commit.

Melihat revisi nomor commit

A.3.2.3. Log pada File Tertentu.

Untuk melihat revisi pada file tertentu, kita dapat memasukan nama filenya.

A.3.2.4. Melihat Perbandingan Perubahan yang Dilakukan pada Revisi.

Gunakan perintah berikut ini untuk melihat perubahan apa saja yang dilakukan pada revisi

tertentu.

Melihat perbedaan

Lihatlah hasil di atas, simbol plus (+) artinya kode yang ditambahkan. Sedangkan kalau ada

kode yang dihapus simbolnya akan menggunakan minus (-).

Sekarang kita akan mencoba merubah isi dari index.html untuk melihat perbedaannya. Kita

coba cek lagi bahwa berikut adalah kode original sebelum diubah:

Setelah itu lakukan jalankan perintah git diff lagi.

Melihat hasil akhir perbedaan

Perintah git diff akan membandingkan perubahan yang baru saja dilakukan dengan

revisi/commit terakhir.

A.3.2.5. Melihat Perbandingan pada File.

Apabila kita melakukan banyak perubahan, maka akan banyak sekali tampil output. Karena

itu, kita mungkin hanya perlu melihat perubahan untuk file tertentu saja. Untuk melihat

perbandingan perubahan pada file tertentu, gunakan perintah berikut.

Perintah di atas akan melihat pebedaan perubahan pada file index.html saja.

A.3.2.6. Melihat Perbandingan antar Revisi/Commit.

Perintah untuk membandingkan perubahan pada revisi dengan revisi yang lain dapat

menggunakan perinta dibawah ini.

A.3.2.7. Perbandingan Antar Cabang (Branch).

Kita memang belum masuk ke materi percabangan di Git. Tapi tidak ada salahnya megetahui

cara melihat perbandingan perubahan antar cabang.

Kita sudah pelajari fungsi dari perintah git diff. Perintah ini untuk melihat perbandingan

perubahan apa saja yang telah dilakukan pada repositori.

A.4. Branching

Bayangkan anda sedang bekerja dengan tim pada suatu repositori Git. Repositori ini

dikerjakan secara bersama-sama. Kadang akan terjadi konflik, karena kode yang kita tulis

berbeda dengan yang lain. Misalnya, Si A menulis kode untuk fitur X dengan algoritma yang

ia ketahui. Sedangkan si B menulis dengan algoritma yang berbeda. Lalu mereka melakukan

commit, dan kode sumber jadi berantakan. Anggota tim yang lain menjadi pusing.

Ilustrasi kebingungan akibat perbedaan commit

Agar tidak terjadi hal yang seperti ini, kita harus membuat cabang (branch) tersendiri.

Misalnya, si A akan mengerjakan fitur X, maka dia harus membuat cabang sendiri. Si A akan

bebas melakukan apapun di cabangnya tanpa menggangu cabang utama (master).

A.4.1. Membuat Cabang Baru

Perintah untuk membuat cabang adalah git branch, kemudian diikuti dengan nama

cabangnya. Kita buat sebuah contoh sebagai berikut.

Ilustrasi Branch

Sekarang setiap orang memiliki cabangnya masing-masing. Mereka bebas bereksperimen.

Untuk melihat cabang apa saja yang ada di repositori, gunakan perintah git branch. Contoh:

Tanda bintang (*) artinya cabang yang sedang aktif atau Kita sedang berada di sana. Untuk

memantapkan pemahaman tentang percabangan Git, mari kita coba praktek. Pada

repositori, buatlah sebuah cabang baru.

Setelah itu, pindah ke cabang yang baru saja kita buat dengan perintah:

Lalu tambahkan file login.html, isinya terserah anda. Jangan lupa untuk menggunakan

printah git status untuk melihat status repositori. Setelah kita menambahkan file login.html,

Selanjutnya kita lakukan commit.

Revisi kita pada cabang halaman_login sudah disimpan. Sekarang coba kembali ke cabang

master.

Apakah anda menemukan file login.html? Pasti tidak! Sekarang kembali lagi ke cabang

halaman_login.

Cek lagi, apakah sekarang file login.html sudah ada?

A.4.2. Menggabungkan Cabang

Anggaplah kita sudah selesai membuat fitur login di cabang halaman_login. Sekarang kita

ingin Menggabungkannya denga cabang master (utama). Pertama, kita harus pindah dulu ke

cabang master.

Setelah itu, barulah kita bisa menggabungkan dengan perintah git merge.

Sekarang lihat, file login.html sudah ada di cabang master.

A.4.3. Mengatasi Adanya Bentrok

Bentrok biasanya terjadi jika ada dua orang yang mengedit file yang sama. Kenapa bisa

begitu, ‘kan mereka sudah punya cabang masing-masing? Bisa jadi, di cabang yang mereka

kerjakan ada file yang sama dengan cabang lain. Kemudian, saat digabungkan terjadi

bentrok.

Mengatasi bentrok adalah tugas dari pemilik atau pengelola repostori. Dia harus bertindak

adil, kode mana yang harus diambil. Biasanya akan ada proses diskusi dulu dalam mengambil

keputusan. Sekarang kita akan coba membuat bentrokan.

Pertama kita pindah dulu ke branch halaman_login.

Setelah itu, edit file login.html atau index.html, karena kedua file tersebut ada di kedua

cabang yang akan kita gabungkan.

-di sini berisi kode untuk halaman login

+<p>di sini berisi kode untuk halaman login<p>

Setelah itu, lakukan commit lagi:

Selanjutnya pindah ke cabang master dan lakukan perubahan juga di cabang ini. Ubah file

yang sama seperti di cabang halaman_login, setelah itu, lakukan commit di cabang master.

Terakhir, coba gabungkan cabang halaman_login dengan cabang master, maka akan terjadi

bentrok.

Auto-merging login.html

CONFLICT (content): Merge conflict in login.html

Automatic merge failed; fix conflicts and then commit the result.

Error Merge 1

Nah, kita disuruh perbaiki kode yang bentrok. Sekarang buka login.html dengan teks editor.

Kedua kode cabang dipisahkan dengan tanda ======. Sekarang.. tugas kita adalah

memperbaikinya. Silahkan eliminasi salah satu dari kode tersebut.

Error Merge 2

Setelah itu lakukan commit untuk menyimpan perubahan ini.

A.4.4. Menghapus Cabang

Cabang yang sudah mati atau tidak ada pengembangan lagi, sebaiknya dihapus. Agar

repositori kita bersih dan rapi. Cara menghapus cabang, gunakan perintah git branch dengan

argumen -d dan diikuti dengan nama cabangnya. Contoh:

A.5. Remote Repository

Pada proyek pengembangan software yang melibatkan banyak orang (tim), kita tidak hanya

akan menyimpan sendiri repository proyeknya. Semua tim yang terlibat dalam pengkodean

(coding) akan menyimpan repository lokal di komputernya masing-masing. Setelah itu, akan

dilakukan penggabungan ke repository inti atau remote. Biasanya akan ada repository pusat

atau untuk menyimpan source code yang sudah digabungkan (merge) dari beberapa orang.

Ilustrasi remote repository

Di mana menyimpan repository remote-nya? Bisa di server kantor atau bisa juga

menggunakan layanan seperti Github, Gitlab, Bitbucket, dll. Github adalah layanan yang

paling populer untuk menyimpan (hosting) repository secara remote. Banyak proyek open

source tersimpan di sana. Kita akan menggunakan Github pada tutorial ini, pastikan Anda

sudah memiliki akun Github dengan cara mendaftar di github.com.

A.5.1. Membuat Repositori di GitHub

Silahkan buka Github, kemudian buat sebuah repository dengan nama belajar-git seperti

berikut ini.

Membuat repository 1

Maka sekarang kita punya repository kosong bernama belajar-git di Github.

Berikutnya kita akan coba upload repository lokal ini ke repository remote Github.

A.5.2. Menambah Remote Repository

Sebelum kita bisa upload semua revisi yang ada di repository lokal, kita harus menambahkan

remote repository-nya terlebih dahulu. Remote repository dapat kita tambahkan dengan

perintah seperti ini :

Perbedaan https dengan SSH adalah bentu autentikasinya. Untuk https, kita akan diminta

user dan password setiap kali melakukan push, sedangkan SSH, kita hanya melakukan 1 kali

autentikasi, yaitu dengan mendaftarkan public key kita ke repository.

A.5.3. Menggunakan SSH di GitHub

SSH memungkinkan kita untuk melakukan push ke repository github tanpa login. Berbeda

dengan cara yang biasa (melalui HTTPS), kita harus memasukkan username dan password

setiap kali melakukan push. Tapi dengan SSH kita tidak akan melakukan itu lagi. Berikut

adalah langkah-langkahnya.

A.5.3.1. Membuat SSH Key.

Pertama-tama kita akan membuat sebuah SSH Key. SSH Key ini adalah sebuah kombinasi 2

file terenkripsi (publik dan private) yang akan dicocokkan antara di server Remote repository

dengan di lokal (pc/laptop). Ketika 2 file ini dinyatakan cocok, maka kita dianggap sebagai

orang yang punya autentikasi tanpa perlu memasukkan password dan username lagi. Cara

untuk membuat ssh key adalah masuk ke terminal dan ketikkan ssh-keygen lalu enter. Untuk

passphrase dikosongkan saja.

Membuat SSH-Key

Maka di dalam directory .ssh akan tercipta file baru yaitu id_rsa sebagai private key dan

id_rsa.pub sebagai public key.

Public key dan private key

A.5.3.2. Jalankan SSH Agent dan Load SSH Key

Untuk memastikan apakah SSH Agent sudah berjalan atau tidak, gunakan perintah ini:

Kalau belum berjalan, gunakan perintah berikut ini untuk menjalankan SSH agent:

Berikutnya kita Load SSH Key. Gunakan perintah:

Kemudian untuk mengecek, gunakan perintah:

Tambahkan SSH Key ke Github. Sebelumnya ambil dulu publik key yang sudah anda buat,

gunakan perintah cat.

Copy isi teks yang ditampilkan. Lalu kembali ke Github, masuk ke menu Settings> SSH and

GPG Keys, buat key baru dengan mengklik New SSH Key. Lalu masukkan key yang sudah

dicopy.

Meng-input SSH Key di Github

Sekarang seharusnya laptop Anda sudah terhubung dengan remote repository dengan

metode SSH.

A.5.3.3. Uji Konektivitas

Ketik perintah berikut untuk menguji konektivitas SSH ke Github :

Pastikan tidak ada pesan error yang muncul untuk memastikan bahwa konektifitas Github

dengan SSH sudah berhasil.

A.5.3.4. Mengubah dan Menghapus Remote Repository

Silahkan ketik perintah git remote -v untuk melihat remote apa saja yang sudah

ditambahkan.

Mengubah dan menghapus remote repository

Sekarang kita sudah menambahkan remote di dalam repository lokal. Selanjutnya kita bisa

melakukan push atau mengirim revisi ke repository remote (Github). Nah untuk menghapus

dan mengubah nama remote dapat dilakukan dengan perintah berikut.

Ubah nama remote:

Keterangan : github adalah nama remote yang lama, kantor adalah nama remote yang baru.

Hapus remote:

A.5.4. Mengirim Revisi ke Remote Repository

Perintah yang kita gunakan untuk mengirim revisi ke repository remote adalah git push.

Keterangan: github adalah nama remote, master adalah nama branch tujuan.

Mari kita coba, pastikan repository lokal kita sudah memiliki remote.

Mengirim revisi

Setelah itu lakukan beberpa revisi atau commit.

Sebagai contoh, disini ada 5 catatan revisi.

Menampilkan catatan revisi

Maka tinggal kita kirim saja dengan perintah git push github master. Jika muncul seperti ini,

artinya push sukses dilakukan.

Melakukan push

Sekarang lihat ke Github, pasti semuanya sudah ter-upload ke sana.

Memeriksa hasil push

Coba buat revisi lagi di file index.html. Misalnya perubahannya seperti ini:

Melakukan perubahan file index.html

Lalu lakukan commit dan push.

Jika berhasil, maka akan tampil seperti ini:

Hasil push perubahan

Periksa kembali repository di Github dan perhatikanlah perubahannya.

Jika kita klik commit terakhir, maka kita akan dibawa ke git diff-nya Github. Di sana kita bisa

melihat perubahan apa kita yang dilakukan pada commit tersebut.

Melihat perbedaan di Github

A.5.5. Mengambil Revisi dan Remote Repository

Saat kita bekerja dengan repository yang memiliki banyak kontributor, kita seharusnya

mengambil dulu revisi terbaru dari repository inti agar tidak bentrok. Misalnya begini, pada

repository remote ada kontributor lain yang sudah menambahkan dan merubah sesuatu di

sana. Maka kita harus mengambil perubahan tersebut, agar repository lokal kita tetap ter-

update atau sama persis seperti repository remote.

Ada dua perintah untuk mengambil revisi dari repository remote:

Perbedaan pada keduanya adalah perintah git fetch hanya akan mengambil revisi (commit)

saja dan tidak langsung melakukan penggabungan (merge) terhadap repository lokal.

Sedangkan git pull akan mengambil revisi (commit) dan langsung melakukan penggabungan

(merge) terhadap repository lokal.

Pemakaian salah satu keduanya tergantung dari situasi dan kondisi. Bila kita sudah membuat

perubahan di repository lokal, maka sebaiknya menggunakan git fetch agar perubahan yang

kita lakukan tidak hilang. Namun, bila kita tidak pernah melakukan perubahan apapun dan

ingin mengambil versi terakhir dari repository remote, maka gunakanlah git pull.

A.5.6. Mengambil Revisi dengan Git Fetch

Sekarang mari kita coba praktekkan. Silahkan buka github, dan tambahkan file README.md

melalui Github. Klik tombol add README.

Mengambil revisi dengan git fetch

Setelah itu, isilah file README.md dengan apapun yang Anda inginkan. Setelah selesai,

simpan perubahan dengan melakukan commit langsung dari Github.

Membuat file readme

Pesan commit bersifat opsional, boleh di isi boleh tidak. Karena Github akan

membuatkannya secara otomatis. Sekarang ada perubahan baru di repository remote dan

kita akan mengambil perubahan tersebut. Mari kita lakukan dengan perintah git fetch.

Melakukan git fetch

Revisi sudah diambil, tapi belum ada file README.md di dalam repository lokal. Kenapa bisa

begitu? Ya, balik lagi dari pengertian git fetch. Dia hanya bertugas mengambil revisi saja dan

tidak langsung menggabungkannya dengan repository lokal. Coba kita cek dengan git log.

Pengecekan dengan git log

Pada gambar di atas terlihat perbedaan log antara repository lokal dengan repository

remote. Bila ingin mengecek apa saja perbedaannya, coba gunakan perintah git diff.

Keterangan: master adalah cabang master di repository lokal, github/master adalah cabang

master di repository remote. Hasil outputnya kira-kira akan seperti ini:

Lalu sekarang bagaimana cara kita menggabungkan commit dari repository remote dengan

lokal? Gunakan perintah git merge.

Setelah itu coba ketik ls dan git log lagi, maka kita sudah berhasil menggabungkan revisi dari

remote dan lokal.

Melihat hasil gabungan revisi remote dan lokal

A.5.7. Mengambil Revisi dengan Git Pull

Lakukan hal yang sama seperti tadi. Kali ini kita akan membuat file baru bernama

register.html melalui Github.

Membuat file baru

Berikan nama file dengan register.html dan isi dengan apa saja.

Mengisi file html

Simpan revisi dan tambahkan commit seperti ini.

Melakukan commit file baru

Sekarang ada perubahan baru di repository remote dan kita akan mengambilnya dengan

perintah git pull. Silahkan buka repository lokal dan ketik perintah berikut:

Maka semua revisi akan diambil dan langsung digabungkan (merge).

Pengecekan hasil git pull

A.5.8. Clone Remote Repository

Clone repository bisa kita bilang seperti copy repository dari remote ke lokal. Perintah untuk

melakukan clone adalah git clone.

Keterangan: https://… adalah URL repository remote, kita juga bisa menggunakan SSH.

[nama dir] (opsional) adalah nama direktory yang akan dibuat. Jika kita tidak berikan nama

direktori, maka akan otomatis menggunakan nama repository. Mari kita coba. Sekarang kita

akan pindah ke direktori Desktop.

Lalu clone remote repo:

Maka akan ada direktori baru di sana.

FYI: Saat Anda clone sebuah repository dari Github, nama remote origin akan diberikan

secara otomatis.

A.6. Summary

Anda seharusnya sudah memiliki skill dan pengetahuan yang cukup terkait

Git dan terbiasa menggunakannya. Dimana Git digunakan sebagai tools pengontrol versi

yang pasti digunakan oleh para programmer di perusahaan Anda nanti bekerja. Mereka akan

saling menyimpan, menyalin, mengambil kode-kode program mereka menggunakan Git ini.

Similar Posts