Debian DevOps Laravel Ubuntu

Install Laravel pada Ubuntu 20.04 / Debian 11

laravel

“Cara Install Laravel pada Ubuntu 20.04 / Debian 11”

Laravel diluncurkan sejak tahun 2011 dan mengalami pertumbuhan yang cukup eksponensial. Di tahun 2015, Laravel adalah framework yang paling banyak mendapatkan bintang di Github. Sekarang framework ini menjadi salah satu yang populer di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. 

Laravel fokus di bagian end-user, yang berarti fokus pada kejelasan dan kesederhanaan, baik penulisan maupun tampilan, serta menghasilkan fungsionalitas aplikasi web yang bekerja sebagaimana mestinya. Hal ini membuat developer maupun perusahaan menggunakan framework ini untuk membangun apa pun, mulai dari proyek kecil hingga skala perusahaan kelas atas.

Laravel mengubah pengembangan website menjadi lebih elegan, ekspresif, dan menyenangkan, sesuai dengan jargonnya “The PHP Framework For Web Artisans”. Selain itu, Laravel juga mempermudah proses pengembangan website dengan bantuan beberapa fitur unggulan, seperti Template Engine, Routing, dan Modularity.

Manfaat Laravel untuk Proses Pengembangan Website

Laravel menawarkan beberapa keuntungan ketika Anda mengembangkan website menggunakan dasar framework ini.

  • Pertama, website menjadi lebih scalable (mudah dikembangkan).
  • Kedua, terdapat namespace dan tampilan yang membantu Anda untuk mengorganisir dan mengatur sumber daya website. 
  • Ketiga, proses pengembangan menjadi lebih cepat sehingga menghemat waktu karena Laravel dapat dikombinasikan dengan beberapa komponen dari framework lain untuk mengembangkan website.

2 Tools Andalan Laravel

Selain itu, ada dua tools Laravel yang jarang dimiliki oleh framework lain (kecuali Symphony), yaitu Composer dan Artisan. Apa kegunaan masing-masing dari tool tersebut?

1. Composer

Composer merupakan tool yang di dalamnya terdapat dependencies dan kumpulan library. Seluruh dependencies disimpan menggunakan format file composer.json sehingga dapat ditempatkan di dalam folder utama website. Inilah mengapa composer terkadang dikenal dengan dependencies management.

Baca Juga :  Install Go (Golang) Compiler pada Ubuntu 20.04 / Debian 11

Pertanyaannya lain, apa itu dependencies management?

Misalnya Anda mempunyai sebuah website yang membutuhkan sebuah library. Saya ambil contoh library untuk mengimplementasikan validasi dan proteksi untuk spamming,yaitu Google reCaptcha.

Tentu saja untuk menyediakan Google reCaptcha tidak bisa menggunakan satu library saja, tapi membutuhkan beberapa library. Anda tidak mungkin menginstall satu per satu library, kan?

Nah! Composer membantu Anda untuk menginstall library yang dibutuhkan oleh library Google reCaptcha. Jadi jika menggunakan composer Anda tinggal menginstall library Google reCaptcha dan secara otomatis library lain akan terinstall.

Begitu pun ketika ingin memperbarui library, Anda cukup menggunakan perintah “$ composer update” dan satu per satu library akan diperbarui secara otomatis.

2. Artisan

Sudah pernah mendengar ini? Artisan merupakan command line interface yang dimiliki oleh Laravel. Artisan mencakup sekumpulan perintah yang membantu Anda untuk membangun sebuah website atau aplikasi web.

Kumpulan perintah Artisan juga termasuk penggabungan dengan framework Symphony yang menghasilkan fitur add-on di Laravel 5.1 (sekarang sudah masuk ke versi Laravel 5.8). Dengan adanya fitur add-on, Anda bisa menambahkan berbagai macam fitur baru ke Laravel.

Installasi

1. Installing LAMP Stack

Install PHP

sudo apt install zip unzip software-properties-common
sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
sudo apt install -y php7.4 php7.4-gd php7.4-mbstring php7.4-xml php-zip

Apache2

sudo apt install apache2 libapache2-mod-php7.4

Install MySQL

sudo apt install mysql-server php7.4-mysql

Atau bisa lihat tutorial lengkapnya di sini

2. Installing Composer

curl -sS https://getcomposer.org/installer | php
sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer
sudo chmod +x /usr/local/bin/composer

3. Download dan Install Laravel

cd /var/www
git clone https://github.com/laravel/laravel.git

- masuk ke folder laravel

cd /var/www/laravel
sudo composer install

- ganti permission file

chown -R www-data.www-data /var/www/laravel
chmod -R 755 /var/www/laravel
chmod -R 777 /var/www/laravel/storage

4. Create Environment Settings

mv .env.example .env

- generate base64

php artisan key:generate

- edit env

vi .env

APP_NAME=Laravel
APP_ENV=local
APP_KEY=base64:HFdS7c9rhDp+AeHu7kc2OLBPuxHqq2BQ/1gfFWEpoAk=
APP_DEBUG=true
APP_URL=http://localhost
...

5. Create MySQL User and Database

Baca Juga :  Membuat rc.local Pada Debian 9

– login ke mysql

mysql -u root -p

– create DB

CREATE DATABASE laravel;
CREATE USER 'laravel'@'localhost' IDENTIFIED BY 'secret';
GRANT ALL ON laravel.* to 'laravel'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;
quit

– edit envi

vi .env

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=laravel
DB_USERNAME=laravel
DB_PASSWORD=secret

6. Apache Configuration

vi /etc/apache2/sites-enabled/000-default.conf

<VirtualHost *:80>

        ServerAdmin webmaster@localhost
        DocumentRoot /var/www/laravel/public

        <Directory />
                Options FollowSymLinks
                AllowOverride None
        </Directory>
        <Directory /var/www/laravel>
                AllowOverride All
        </Directory>

        ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
        CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined

</VirtualHost>

7. Restart apache service

systemctl restart apache2 

8. Akses laravel via browser

Klik untuk berbagi dengan orang lain

Similar Posts