🧭 Pendahuluan
Dalam era hybrid cloud saat ini, banyak perusahaan yang masih memiliki server dan infrastruktur on-premises, namun juga mulai memanfaatkan layanan cloud seperti Amazon Web Services (AWS).
Salah satu kebutuhan utama adalah menghubungkan jaringan lokal (on-premises) dengan Virtual Private Cloud (VPC) di AWS agar kedua lingkungan dapat berkomunikasi secara aman dan efisien.

Artikel ini membahas secara lengkap cara menghubungkan:
- On-Premises Network:
192.168.0.0/24 - AWS VPC:
194.0.0.0/16
Menggunakan beberapa metode, terutama Site-to-Site VPN dan Transit Gateway.
🧩 Arsitektur Umum
┌──────────────────────────┐ IPsec VPN ┌─────────────────────────┐
│ On-Prem Router / Firewall│──────────────────────▶│ AWS Virtual Private │
│ Subnet: 192.168.0.0/24 │ │ Cloud (VPC) 194.0.0.0/16│
│ (Cisco / Mikrotik / Forti)│ │ EC2, RDS, dll │
└──────────────────────────┘ └─────────────────────────┘
Koneksi ini memungkinkan komunikasi langsung menggunakan private IP, tanpa perlu membuka akses ke internet publik.
⚙️ Metode Koneksi On-Premises ke AWS
AWS menyediakan beberapa opsi konektivitas, tergantung kebutuhan bandwidth, biaya, dan skalabilitas.
| Metode | Jalur | Kecepatan | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|---|
| Site-to-Site VPN | Internet (IPsec tunnel) | ~100 Mbps | Cepat, murah, mudah di-setup | Bergantung pada internet |
| Direct Connect (DX) | Jalur fiber fisik | 1–10 Gbps | Stabil, latensi rendah | Mahal & setup lama |
| Transit Gateway VPN | Internet (terpusat TGW) | ~100–500 Mbps | Skalabel untuk banyak VPC | Tambahan biaya TGW |
🅰️ Metode 1: Site-to-Site VPN (Paling Sering Digunakan)
🔧 1. Membuat Virtual Private Gateway (VGW)
- Masuk ke AWS Console → VPC → Virtual Private Gateways
- Klik Create Virtual Private Gateway
- Name:
vgw-onprem - ASN: default (misal 64512)
- Name:
- Klik Create Virtual Private Gateway
- Setelah itu, Attach VGW ke VPC
194.0.0.0/16.
🔧 2. Membuat Customer Gateway (CGW)
- Masuk ke VPC → Customer Gateways → Create Customer Gateway
- Isi parameter:
- Name:
cgw-onprem - IP Address: Public IP router/firewall on-premises
- Routing: Static atau Dynamic (BGP)
- Name:
- Klik Create Customer Gateway
🔧 3. Membuat Site-to-Site VPN Connection
- Masuk ke VPC → Site-to-Site VPN Connections → Create VPN Connection
- Isi data berikut:
- Name:
vpn-onprem - Target Gateway:
vgw-onprem - Customer Gateway:
cgw-onprem - Routing: Static →
192.168.0.0/24
- Name:
- Klik Create VPN Connection
Setelah dibuat, AWS akan otomatis membuat dua tunnel (redundant) dan menyediakan file konfigurasi router yang bisa diunduh (untuk Cisco, Fortigate, Mikrotik, Juniper, dll).
🔧 4. Konfigurasi Router On-Premises
Gunakan file konfigurasi yang diunduh dari AWS.
Berikut contoh konfigurasi Mikrotik RouterOS sederhana:
/ip ipsec proposal add name=aws phase2-algorithms=aes-256-cbc
/ip ipsec peer add address=52.23.11.24 exchange-mode=ike2 secret="PSK-dari-AWS"
/ip ipsec policy add src-address=192.168.0.0/24 dst-address=194.0.0.0/16 tunnel=yes sa-src-address=<publicIP-onprem> sa-dst-address=52.23.11.24
/ip route add dst-address=194.0.0.0/16 gateway=<VPN interface>
Untuk router lain seperti Cisco atau Fortigate, AWS sudah menyediakan template konfigurasi otomatis di dashboard.
🔧 5. Update Route Table di AWS VPC
Masuk ke Route Table milik VPC 194.0.0.0/16, lalu tambahkan entri baru:
Destination: 192.168.0.0/24
Target: vgw-xxxxxxxx (Virtual Private Gateway)
✅ 6. Uji Koneksi
Lakukan pengujian:
- Dari server on-prem → ping EC2 instance di subnet
194.0.x.x - Dari EC2 → ping server lokal
192.168.0.x
Jika kedua arah berhasil, maka VPN sudah aktif dan dapat digunakan untuk komunikasi privat.
🅱️ Metode 2: AWS Direct Connect (DX)
Untuk kebutuhan produksi besar atau transfer data tinggi, gunakan AWS Direct Connect, yaitu koneksi fiber dedicated antara data center on-premises dan AWS.
🔧 Skema
On-Prem Router ───── Dedicated Line ───── AWS Direct Connect Gateway ───── VPC (194.0.0.0/16)
Kelebihan
- Bandwidth tinggi (1–10 Gbps)
- Latensi rendah dan stabil
- Cocok untuk workload berat seperti database dan analitik
Kekurangan
- Biaya tinggi
- Butuh waktu provisioning (1–2 bulan)
- Harus bekerja sama dengan provider jaringan (Indosat, Telkom, Biznet, dll)
🅾️ Metode 3: Transit Gateway untuk Multi-VPC
Jika kamu memiliki banyak VPC di berbagai region (misal VPC1 194.0.0.0/16, VPC2 195.0.0.0/16, VPC3 193.0.0.0/16), maka Transit Gateway (TGW) menjadi solusi paling efisien.
🔧 Arsitektur
On-Prem (192.168.0.0/24)
│
Site-to-Site VPN
│
AWS Transit Gateway
│
┌──────┼──────┬──────┐
│ │ │ │
VPC1 VPC2 VPC3 ...
🔧 Langkah Setup
- Buat Transit Gateway di AWS Console → VPC → Transit Gateways.
- Attach semua VPC (VPC1, VPC2, VPC3) ke TGW.
- Buat VPN Attachment dari TGW ke Customer Gateway (on-prem).
- Update TGW Route Table:
192.168.0.0/24 → VPN Attachment194.0.0.0/16 → VPC Attachment 1195.0.0.0/16 → VPC Attachment 2
- Update VPC Route Table masing-masing agar route ke on-prem diarahkan ke TGW.
💰 Estimasi Biaya AWS (per November 2025)
| Komponen | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Site-to-Site VPN | $0.05/jam (~$36/bulan) |
| Data Transfer | $0.02/GB |
| Virtual Private Gateway | Gratis |
| Transit Gateway Attachment | $0.05/jam per attachment |
| Direct Connect Port (1 Gbps) | Mulai $0.25/jam (~$180/bulan) |
🧠 Best Practice
- Gunakan BGP (Dynamic Routing) agar rute otomatis tersinkron.
- Selalu aktifkan Dual Tunnel VPN untuk redundansi.
- Monitoring status VPN dengan Amazon CloudWatch.
- Gunakan AWS CloudTrail untuk audit log.
- Implementasikan Network ACL dan Security Group agar traffic tetap aman.
- Gunakan Transit Gateway jika kamu punya lebih dari satu VPC.
🧾 Kesimpulan
| Kebutuhan | Solusi Tepat |
|---|---|
| Koneksi cepat & murah | Site-to-Site VPN |
| Koneksi stabil & bandwidth besar | Direct Connect |
| Banyak VPC terhubung ke on-prem | Transit Gateway + VPN |
🔍 Referensi Resmi AWS
- AWS Site-to-Site VPN Documentation
- AWS Direct Connect
- AWS Transit Gateway
- Best Practices for Hybrid Connectivity
🧰 Penutup
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa membangun koneksi hybrid antara jaringan lokal dan AWS secara aman, scalable, dan andal.
Solusi ini ideal untuk skenario backup, replikasi database, CI/CD pipeline, maupun integrasi sistem internal dengan layanan cloud.
